Evan Tidak Meninggal Pada Saat MOS

BEKASI-Menurut keterangan kepala Polresta Bekasi, Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona menyatakan bahwa Evan Christoper Situmorang yang merupakan siswa dari SMP Flora Bekasi telah meninggal di rumahnya dan bukan merupakan korban dari Masa Orientasi Siswa atau MOS. Berdasarkan dari keterangan empat saksi mata yang dimana mereka merupakan tentangga dari korban sendiri menyatakan bahwa Evan telah meninggal dunia di rumahnya pada tanggal 30 juli kemarin. Menurut saksi mata, ibu Evan berteriak meminta tolong karena anaknya yang mengalami kejang-kejang saat di rumahnya. Begitu para warga datang menolong, diketahui bahwa Evan telah meninggal lewat pemeriksaan sederhana dari detak jantung dan nafasnya. Namun untuk lebih meyakinkan ibu korban maka Evan pun dibawa ke rumah sakit terdekat.

Di rumah sakit Sayang Bunda, Evan ditolak karena alasan tidak adanya peralatan medis yang memadahi serta bahwa rumah sakit tersebut adalah rumah sakit bersalin. Kemudian Evan kembali dibawa ke rumah sakit Citra Harapan Indah, setelah diberi penanganan seperti kejut jantung dan elektrodiagram Evan memang sudah tidak tertolong lagi dan diperkirakan waktu kematiannya adalah 30-40 menit yang lalu, dimana saat itu Evan masih berada di rumahnya.

Evan yang diberitakan meninggal karena Masa Orientasi Siswa di sekolahnya sebenarnya bukan merupakan korban dari kegiatan MOS tersebut. Dikatakan oleh Daniel bahwa untuk menyelediki lebih lanjut pihak kepolisian telah memieriksa keterangan dari 18 orang terdiri dari kepala sekolah, guru, ketua panitia MOS, siswa, mentor, orang tua murid, orang tua dari Evan, dokter puskesmas, dokter di RS Citra Harapan serta tetangga korban . Dari penyelidikan tersebut diketahui bahwa Evan meninggal karena penyakit jantung dan asam urat yang dideritanya.

Evan Christoper Situmorang sendiri setelah menjalani kegiatan MOS di sekolahnya mengalami pembekakkan pada kaki dan kakinya menjadi kebiruan, dua minggu setelahnya Evan pun meninggal karena di diduga mengalami keletihan pada saat kegiatan MOS. Mengenai hal tersebut, pihak sekolah sendiri membantah dugaan tersebut karena MOS sendiri telah berakhir dua meninggal dunia