Harga Emas Terjun Bebas, Indonesia Harus Hati-hati

Emas merupakan investasi banyak di gunakan oleh orang-orang. Keseimbangan perekonomian negara juga dipengaruhi oleh harga emas. Kemerosotan harga emas dinilai yang paling parah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Dinilai harganya lebih rendah dari 1.100 setiap troy ons pada bulan Juli dinilai oleh Amerika Serikat. Tren ini memang meicu Indonesia Ekspor lebih banyak barang karena harga yang cenderung turun.

Namun dilihat dari nilai ekspor emas Indonesia yang memasok 4 % emas dunia maka hal tersebut bisa memicu terpukulnya Produk Domestik Bruto. Ada juga pendapat yang megutarakan bahwa dengan terjun bebasnya harga emas dapat memicu aktivitas investor ataupun trader dalam bertransaksi emas dunia. Dengan turunnya harga emas akan mengakibatkan harga akan turun yang otomatis menurunkan pendapat sendiri.

Hal lainnya adalah berasal dari negara dengan penduduk terbanyak yaitu China atau sekarang disebut Tiongkok. Berita terbarunya adalah kepemilikan emas yang seharusnya dicadangkan oleh negara tidak mencapai atau bahkan hanya setengah dari yang direncanakan. Yang secara otomatis mempengaruhi perekonomian karena seperti kita tahu bahwa China merupakan negara yang sangat luar biasa nilai ekspornya. Negara sebesar China bisa terkena dampaknya.

Yang seharusnya waspada adalah negara-negara berkembang seperti negara kita Indonesia. Negara lainnya adalah Chile, Brasil, Mexico, Kolombia, Turki, Malaysia, Rusia dan Afrika Selatan. Sebagaimana negara berkembang, secara perekonomian negara berkembang tidak sekuat negara maju karena dari segi pendapatan juga berbeda dan juga dana yang dicadangkan oleh negara untuk kepentingan mendadak.

Jameel Ahmad selaku kepala ForexTime analisis berbicara tentang pasar kali ini sudah memasuki babak baru yaitu babak harga penurunan emas yang drastis. Negara-negara diminta untuk bersiap untuk kemungkinan terburuk apalagi bagi para pemasok emas dunia seperti Indonesia. Yang secara otomatis pendapatan negara akan turun karena harga yang merosot pula seperti yang dijelaskan diatas bahwa sekitar 4 persen Indonesia menyumbang emas dunia. Jameel Ahmad sebenarnya berkata kepada negara-negara berkembang untuk hati-hati karena yang pasti terkena imbas adalah negara berkembang