Emas Atau Kontrakan

Masa depan adalah hal yang banyak dikhawatirkan banyak orang. Ketidakpastian adalah hal yang banyak dikhawatirkan. Bentuk dari kekhawatiran bisa dituangkan dalam investasi. Dalam hal ini apa bentuk investasi yang cocok untuk setiap orang berbeda-beda. Ada 2 hal yang yang biasanya menjadi pilihan orang-orang. Emas salah satunya. Investasi yang tidak membutuhkan banyak perawatan. Dalam hal ini harga yang relatif stagnan emas juga banyak peminatnya.

Satu hal lagi yang menjadi pemikiran banyak orang adalah investasi rumah kontrakan. Berbeda dengan emas yang tidak membutuhkan perawatan. Kontrakan merupakan investasi yang benar-benar jangka panjang serta perawatan ekstra. Bedanya juga bila emas adalah investasi satu kali transaksi dengan jumlah keuntungan yang besar sementara rumah kontrakan bisa mendatangkan keuntungan tahunan atau bahkan per bulan dan sangat menjanjikan.

Kedua bentuk investasi tidak bisa dibandingkan karena memiliki karakter yang berbeda dan modal yang besar pula. Disini tentu saja rumah kontrakan menjanjikan modal yang sangat besar. Minimal untuk satu rumah dibutuhkan modal 300 juta. Para penyuka investasi emas hal itu merupakan hal yang membuat mereka tidak memilih itu karena 300 juta bisa digunakan untuk membeli emas entah berapa kilo.

Dengan kata lain bahwa karakter keduanya tidak bisa disamakan dikarenakan karakternya yang berbeda dan tentu saja resiko. Emas beresiko harga yang turun namun rumah kontrakan beresiko lebih ke fisik yaitu kerusakan bangunan ataupun bencana alam, namun hal yang menarik harga tanah yang selalu naik dari tahun ke tahun yang membuat banyak orang berinvestasi rumah kontrakan.

Diluar itu kedua investasi tersebut merupakan investasi paling aman selain pasar saham di keadaan perekonomian seperti ini. Investasi yang juga menjanjikan secara keuangan dan aman. Semuanya tergantung bagaimana orang akan menginvestasikan uang mereka. Ada orang yang suka berinvestasi emas ada pula yang suka berinvestasi rumah kontrakan dengan segala karakter, keuntungan serta kekurangannya. Tidak ada yang lebih baiksemua tergantung anda menurut Andy Nugroho seorang pelaksana keuangan suatu perusahaan.